Empat Mitos Tentang Coklat

09 Oct 2014

Cokelat, cemilan satu ini memang sangat digemari oleh banyak orang, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Namun tidak jarang, beberapa orang masih beranggapan bahwa coklat membawa pengaruh buruk terhadap tubuh dan kesehatan. Seperti menimbulkan jerawat, menambah berat badan, dan sebagainya. Benarkah demikian?

Agar lebih jelas, simak keenam mitos dan fakta tentang coklat berikut

Pertama. Coklat mengandung kafein tinggi.

Mitos menyebutkan bahwa coklat mengandung kafein yang tinggi sehingga berpengaruh buruk terhadap jantung. Pada dasarnya, coklat mengandung kafein dalam jumlah yang kecil, jika dibandingkan dengan teh dan kopi. Percampuran biji kakao dan bahan lainnya membuat efek kafein pada coklat menurun. Hasil penelitian The European Society of Cardiology menunjukkan bahwa di dalam biji kakao terkandung polifenol yang dapat menyederhananakan sirkulasi darah sehingga dapat mencegah serangan jantung.

Kedua. Coklat tidak baik bagi penderita diabetes

Mitos menyebutkan bahwa orang-orang yang terkena diabetes tidak boleh sama sekali mengkonsumsi cokelat. Pernyataan ini ditentang oleh beberapa penelitian yang telah membuktikan bahwa coklat hitam dapat meningkatkan disfungsi endotel pada penderita diabetes. Berdasarkan penelitian ini, para penderita diabetes dianjurkan untuk tidak menghindari coklat alias boleh mengkonsumsi coklat asalkan coklat yang dikonsumsi ialah coklat hitam dan tidak mengandung banyak gula.

Ketiga. Coklat dapat menaikkan berat badan

Mitos menyebutkan bahwa coklat dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Pernyataan seperti ini sering dikemukakan oleh para kaum wanita yang sangat menjaga bentuk tubuh. Mereka beranggapan bahwa coklat memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat menaikkan berat badan. Faktanya coklat tidak membuat tubuh menjadi gemuk. Rata-rata setiap coklat mengandung 220 kalori yang baik untuk tubuh. Sehingga coklat dapat menjadi salah satu bagian yang dikonsumsi untuk sistem diet sehat.

Keempat. Coklat tidak bermanfaat bagi kesehatan

Mitos menyebutkan bahwa coklat hanya menambah kotoran gigi alias tidak bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian para ahli membuktikan bahwa coklat mengandung banyak polifenol, magnesium, seng, besi, dan tembaga. Selain itu, antioksidan pada coklat dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Coklat hitam sendiri dianggap dapat mencegah stres, kanker, dan serangan jantung. Molekul psikoaktif pada coklat dipercaya dapat membuat mereka yang mengkonsumsinya merasa nyaman. Oleh karena itu, tidaklah heran bila kita sering mendengar pernyataan “Makanlah coklat saat sedang dirudung kemarahan dan emosi. Amarahmu pasti akan reda” (Rahel Simbolon).

 

Sumber Berita: http://www.kakao-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=153:empat-mitos-tentang-cokelat&catid=39:tips-ringan-&Itemid=60

Sumber Gambar: http://2.bp.blogspot.com/-JTJqIV3-7s4/T4z8y4nAFxI/AAAAAAAAAqI/jL9gli4uPhs/s320/coklat%2Bbox2.jpg



Copyright © 2013 agromesin.com. All rights reserved